Pernahkah kamu gagal? Setiap orang pasti mengalami kegagalan. Mampu mengambil pelajaran dari kegagalan yang terjadi terdengar klasik banget ya. Tapi, memang begitulah adanya. Bagaimana kita bisa sukses jika setelah mengalami kegagalan kita malah cuek aja dan gak belajar apa-apa dari situ. Setuju kan? Makanya, jadikan kegagalan justru sebagai modal untuk kembali bangkit dan memulai meskipun harus dari awal lagi.
Kegagalan itu adalah sesuatu yang berarti. Mengapa? Jika kita telaah tidak semua kegagalan itu diartikan sebagai sesuatu yang memalukan. Karena, justru dari kegagalan tersebut dapat dijadikan sebagai pengalaman terpahit dalam kehidupan kita sehingga dapat dijadikan pukulan untuk diri kita agar terus menerus memperbaiki diri menjadi lebih baik untuk kedepannya. Ada pepatah mengatakan “hidup adalah perjuangan. Perjuangan butuh pengorbanan. Berani hidup. Berani berjuang”.
Ketika kita ingin sukses hal yang pertama harus kita lakukan adalah percaya diri, melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang kita inginkan tanpa adanya paksaan, dan salah satu yang dapat kita jadikan sebagai pendorong kesuksekan adalah semangat yang diberikan orang-orang yang kita cintai,dan kita sayangi yaitu semangat dari orang tua.
Jika saat ini kita sedang mengalami kegagalan mundur bukanlah alasan yang tepat, malu bukanlah sikap yang benar, dan pasrah bukanlah jalan terbaik. Jangan jadikan kegagalan itu adalah akhir dari sebuah perjalanan. Jika saat ini kita gagal bukan berarti semua mimpi itu akan hilang dan sebaliknya ketika kita suskses jangan pernah beranggapan bahwa kamu telah mendapatkan semuanya.
Jangan pernah katakan tidak bisa sebelum kamu mencobanya. Lebih baik menyesal karena telah mekakukan sesuatu yang kita inginkan daripada menyesal karena tidak pernah mencoba sama sekali. Teruslah berfikir positif karena semua orang mempunyai jalan sendiri untuk sukses. Dan sebaliknya ketika kita berhasil jangan pernah lupa untuk bersyukur karena apapun yang kita dapatkan itu semua dari allah.
Pada kadarnya dapat kita renungkan bahwa kesuksesan tumbuh dari orang-orang yang bersungguh-sungguh dan berusaha serta diiringin do’a.