Banyak orang mengira keputusan membeli terjadi hanya karena logika: harga murah, produk bagus, atau promo besar. Namun sains berkata lain, neuroscience, menemukan fakta bahwa:
Otak manusia membeli dengan emosi terlebih dahulu, baru mencari pembenaran logis setelahnya.
Inilah alasan mengapa:
Keputusan bukan diambil oleh logika semata, tetapi oleh emosi.
Dalam ilmu saraf dikenal dua bagian penting pada otak manusia:
Limbic System (emosional)
Bagian ini bertugas menentukan:
Prefrontal Cortex (logis)
Bagian ini bertugas:
Faktanya:
Keputusan membeli terjadi di limbic system, lalu disetujui oleh prefrontal cortex. Artinya:
Jika harga segalanya, semua orang akan:
Tapi kenyataannya:
Dalam neuroscience disebut:
“Perceived Value” lebih kuat dari “Actual Price”
Yang paling penting bukan harga,
tetapi apa yang dirasakan otak tentang produk.
Otak cenderung menghindari sakit, bukan mencari hemat,
Orang takut:
Maka dalam presentasi:
Fokuslah pada:
Data masuk ke logika. Cerita masuk ke emosi.
Presentasi hebat bukan:
“Produk ini spesifikasinya A-B-C”
tetapi:
“Banyak pelanggan sebelumnya mengalami... Sekarang masalah mereka terselesaikan karena...”
Secara saraf, manusia memiliki mirror neuron(kecenderungan meniru emosi orang lain).
Jika Crew ragu:
- customer ikut ragu
Jika Crew yakin:
- otak calon pembeli ikut merasa aman
Saat ekonomi menurun:
Maka:
Crew yang hanya jual harga → kalah
Crew yang jual kepercayaan → bertahan