Belajar dari Pengalaman dan Kegagalan

Posted by: Tri Ita Winarsih | 03/01/2021 | Kategori: Motivasi | 91 kali dibaca | Rating: 132

Untuk bisa berhasil, kita harus banyak belajar. Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, juga belajar dari kegagalan yang ada supaya tidak terulang.

Kegagalan adalah milik semua orang. Tahukah kamu, bahwa hampir semua orang di dunia ini pernah mengalami kegagalan?

Figur-figur terkenal, sebut saja seperti Steve Jobs, Mark Zuckerberg, Nadiem Makarim, dan lain sebagainya, tentu tak luput dari kegagalan. Mereka adalah orang-orang yang tetap berjuang meski dilanda begitu banyak kegagalan dan ketidakberuntungan. Hasilnya bisa kita lihat sendiri; mereka membuktikan kepada dunia bahwa mereka adalah orang-orang yang luar biasa. Mereka tidak menyerah ketika gagal di awal, namun mereka tetap melangkah. Pengalaman adalah guru terbaik. Entah itu pengalaman baik apa buruk, kita semua pernah merasakannya. Dari pengalaman-pengalaman tersebut, kita punya bekal untuk menghadapi kondisi yang serupa dan bagaimana cara mengatasinya. Maka dari itu, belajar dari pengalaman adalah langkah konkrit untuk menghindari kegagalan yang berulang. Lalu, bagaimana jika kita masih minim pengalaman? Jawabannya satu; mencoba!

Antisipasi kegagalan dengan berlatih dan mencoba Ketika kita gagal dalam sesuatu, sangatlah wajar apabila kita merasa kecewa. Dunia seakan tidak adil kepada kita, yang merasa bahwa kita telah memberikan yang terbaik namun itu masih belum cukup.

Mari pertanyakan diri kita sendiri; sudah seberapa jauhkah usaha kita? Umumnya dalam konteks lingkup siswa dan mahasiswa, kegagalan yang dimaksud disini adalah pada ujian, tes, ataupun lomba. Coba refleksikan diri sendiri, apakah kita sudah berlatih semaksimal mungkin dan sudah belajar sebaik mungkin? Jangan sampai ternyata kita hanya belajar seadanya, berlatih pun jarang, namun kita berharap mendapatkan yang terbaik. Tuhan itu adil, bahwa hanya orang-orang yang sudah berusaha keras saja yang bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Bisa jadi, orang lain usahanya lebih besar dari kamu.

Untuk mengantisipasi kegagalan, baik dalam tes maupun lomba, sangat disarankan untuk belajar dan berlatih secara terus menerus. Tujuannya adalah supaya kita siap menghadapi tes atau lomba tersebut dengan menghadapkan diri kita pada kondisi saat tes atau lomba. Berlatih soal, belajar teori, melihat video inspirasi, dan lain sebagainya menjadi sarana kita untuk mempersiapkan diri untuk meminimalisir kegagalan.

Belajarlah dari kesalahan dan kegagalan. Meski sudah sering berlatih dan belajar, tidak ada jaminan pasti bahwa kita akan mendapatkan kesuksesan seperti yang kita harapkan. Apabila memang masih dihadapkan pada kegagalan, jadikan hal ini sebagai sebuah pembelajaran. Analisislah keseluruhan proses yang telah kita lakukan, dan bagian mana yang perlu ditingkatkan. Rekam juga dalam memori detik-detik pelaksaaan kegiatan tes atau lomba tersebut, dan posisikan diri anda sebagai orang yang melihat performa anda. Buat daftar hal-hal yang kita rasa kurang dan bisa kita tingkatkan. Kegiatan-kegiatan ini sering juga dikenal dengan istilah performance review.

Semua itu perlu dilakukan agar kita tidak tenggelam dalam kekecewaan. Seperti yang sudah ditulis di atas, semua orang pasti pernah gagal. Yang menjadi perbedaan adalah bagaimana kita menyikapi kegagalan tersebut; apakah kita akan diam saja dan menyerah kepada takdir, atau kita bangkit dan belajar dari kesalahan-kesalahan serta kegagalan yang terjadi.

Jangan menyerah Yang terpenting, jangan menyerah.

Dunia terus berputar, nasib kita pun akan terus bergulir. Jangan menyalahkan takdir atau Tuhan, dan jangan menyalahkan diri sendiri. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, dan masih banyak kesempatan lain yang ditawarkan agar kita bisa mencapai kesuksesan kita. Ada pandangan filosofis yang cukup menarik yang perlu kita ketahui bersama. Bisa jadi, kegagalan dalam suatu hal adalah cara Tuhan untuk mencegah kita jatuh ke jalan yang salah, dan membantu kita menuju jalan yang terbaik.

Belajar dari kegagalan bukanlah hal mudah. Akan tetapi, tidak ada satu hal pun di dunia ini yang mudah, bukan? Semua butuh perjuangan, semua butuh percobaan. Kesuksesan instan adalah delusi kaum milenial; butuh keringat dan darah untuk mencapai sebuah kesuksesan. Apakah kamu punya mental tersebut? Apakah kamu siap untuk terus berjuang dan menerjang segala kegagalan untuk mencapai kesuksesan? Tetap semangat menghadapi semuanya dan jangan menyerah! Ingat, sekali lagi, kegagalan adalah milik semua orang dan hanya yang belajar dari kegagalan yang akan tetap berkembang dan bertahan.

Apakah pendapat Anda tentang artikel ini?

Share:


KATEGORI


POST POPULER

Loker Masindo Group

by: Tri Ita Winarsih | 20 March 2020

Best of The Week 15 March 2020

by: Tri Ita Winarsih | 23 March 2020

Best of The Week 22 March 2020

by: Tri Ita Winarsih | 30 March 2020

Road Meeting 2 - Cikampek

by: Tri Ita Winarsih | 21 July 2020

We Are Back

by: Tri Ita Winarsih | 04 June 2020

Best of The Week 29 March 2020

by: Tri Ita Winarsih | 04 April 2020

9 Tips Membangun Kerja Sama Tim Yang Baik

by: Tri Ita Winarsih | 03 July 2020

Best of The Week 12 April 2020

by: Tri Ita Winarsih | 20 April 2020

Best of The Week 05 April 2020

by: Tri Ita Winarsih | 13 April 2020

Keberuntungan Dalam Menuju Kesuksesan

by: Tri Ita Winarsih | 24 June 2020

POST TERBARU

Kegagalan pada kesalahan yang sama

by: Tri Ita Winarsih | 05 April 2021

Tasyakuran 1 tahun masindo dan santunan

by: Tri Ita Winarsih | 23 March 2021

Leaders Meeting Collaboration 2021

by: Tri Ita Winarsih | 08 March 2021

5 Cara Menghindari Kesalahan Yang Sama

by: Tri Ita Winarsih | 25 February 2021

Promosi Assistant Manager - Erlina

by: Tri Ita Winarsih | 13 February 2021

Selamat Tahun Baru 2021 - Mandiri Sinar Indonesia

by: Tri Ita Winarsih | 18 January 2021

Belajar dari Pengalaman dan Kegagalan

by: Tri Ita Winarsih | 03 January 2021

Pentingnya Kesabaran Untuk Meraih Kesuksesan

by: Tri Ita Winarsih | 28 December 2020

Berani Mencoba Hal Baru

by: Tri Ita Winarsih | 19 December 2020

Promosi Manager

by: Tri Ita Winarsih | 12 December 2020