Menjadi pemenang dari sebuah pertarungan kehidupan adalah yang paling diharapkan. Menjadi nomor satu adalah suatu kehormatan karena itu melakukan semuanya untuk berada pada posisi itu, misalnya bekerja sungguh-sungguh, belajar dengan giatnya, berlatih dengan serius. Akan tetapi hidup tidak semulus apa yang dibayangkan, ekspektasi kadang sangat tidak sesuai dengan realita. Perjalanan menuju finish ternyata lebih sulit dari apa yang dibayangkan pada saat memulai. Ada saja hambatan, tantangan, dan rintangan dalam proses mencapai apa yang diimpikan/dicita-citakan. Setelah mendapat hambatan dan rintangan, hal yang paling masuk akal adalah BERHENTI. Berhenti adalah pilihan setelah berjuang dan tidak mendapat hasil. Tidak ada yang salah dengan namanya berhenti, mungkin alasanya masuk akal, buat apa dilanjutkan toh tidak akan menang, buat apa dibangun lagi toh hasilnya sama saja, buat apa sampai finish toh tidak nomor satu juga (tetap gagal namanya). Akhirnya jadilah manusia yang tidak punya karya, tidak dikenang, tidak ada sumbangsih hidup. Tapi hanya sedikit orang pada saat mendapat tantangan hidup, dia alergi mengatakan MENYERAH. Dan orang-orang ini tidak perduli apakah menjadi nomor satu atau nomor dua, yang pasti mereka harus menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Sebuah tekad yang pantang menyerah apapun hasil yang kita lakukan jangan berhenti dan selesaikan sampai finish.