Ada manusia yang setiap hari mencurahkan tenaga dan pikiran untuk mencari rezeki. Namun, ada juga manusia yang begitu yakin dengan jaminan dari Allah akan rezekinya. Sementara itu, orang yang paling beruntung adalah orang yang berikhtiar secara lahir, lalu disempurnakan dengan tawakal kepada Allah SWT dan, inilah kemudian yang membuat dirinya menuai jaminan dari Allah baik di dunia maupun akhirat.
Terkadang kita lupa untuk mengingat bahwa rezeki sudah ada yang mengatur. Kita terlalu sibuk mengejar target dan memaksakan diri.
Ingat.
Rezeki itu punya alamat
Kalau rezeki itu diukur dari kerja keras, maka kuli bangunan lah yang akan cepat kaya.
Jika rezeki itu ditentukan dari waktu kerja, maka warung kopi 24 jam lah yg akan lebih mendapatkannya.
Jika rezeki itu milik orang pintar, maka dosen yg bergelar panjang yang akan lebih kaya.
Jika rezeki itu karena jabatan, maka presiden dan rajalah orang yg akan menduduki 100 orang terkaya di dunia.
Rezeki itu karena kasih sayang Allah.
" Mengejar rezeki jangan mengejar jumlahnya, tetapi berkahnya."
( Ali bin Abi Thalib )
Meskipun Lari, Rezkimu Akan Tetap Mengejarmu
Lelah sudah pasti namun bukan berarti lantas berhenti. Sepasang kaki butuh jeda untuk istirahat sejenak agar irama langkah tetap terjaga demi mencapai tujuan.
Selama kita memiliki tujuan besar untuk dicapai, tidak pantas patah semangat di tengah jalan. Ingat! Tidak ada sukses sejati bisa diraih tanpa melalui hambatan.
Dan orang yang hebat bukan dia yang mencapai keberhasilan dalam satu kali berusaha. Melainkan ia selalu bangkit dan tak pernah putus asa. Yakinlah rezeki akan datang menghampiri dari arah mana saja.