Daripada terus-terusan menyalahkan keadaan, mungkin kamu perlu instropeksi diri.
Mimpi-mimpi yang tak segera terealisasi membuatmu merasa hidup hanya begini-begini saja. Mungkin banyak rencana yang kamu susun di kepala, namun selalu saja hanya berupa rencana. Katamu, kamu tidak punya kesempatan untuk mewujudkannya. Namun ada kalanya kita tidak menyadari ketika sebuah kesempatan datang. Bisa juga rasa malas yang menguasai diri, membuatmu menunda-nunda dengan dalih mencari momen yang paling tepat. Kamu tak butuh banyak kesempatan, bila hanya untuk disia-siakan. Kesempatan mungkin tidak akan datang sendiri, karena itu kamu harus aktif mencari. Sebab semuanya itu berawal dari dirimu sendiri. Bila kamu tak segera mengambil langkah pertama, mimpimu hanya akan menjadi mimpi selamanya.
Jangan terburu-buru menyalahkan keadaan. Karena sesungguhnya musuh utama kita bukanlah halangan dari luar, melainkan halangan dari dalam. Rintangan terberat dalam melakukan sesuatu adalah rasa enggan yang berasal dari dirimu sendiri. Satu kegagalan itu tidak berarti banyak. Seperti kamu yang bisa mengambil berbagai jalur yang berbeda untuk mencapai tempat janjian, kamu juga bisa menempuh banyak cara untuk mewujudkan impian.
Kamu bukan tumbuhan yang tak mampu menciptakan takdirnya sendiri. Sesempit apapun itu, kamu selalu punya pilihan untuk menjalani hidupmu seperti apa. Kamu yang memegang kendali apakah mimpi bisa terwujud ataukah hanya menjadi mimpi selamanya. Berhenti menyalahkan kehidupan, karena itu tak akan mengubah keadaan.